Klorantraniliprole adalah insektisida sistemik kuat yang dikembangkan oleh Red Sun, dirancang untuk melindungi tanaman dari berbagai hama yang merusak. Bahan aktif ini terdaftar untuk digunakan pada berbagai tanaman, termasuk padi, kubis, kedelai, buah-buahan, dan sayuran. Cara kerjanya yang unik secara efektif mengendalikan serangga sasaran sekaligus mendukung perkembangan tanaman yang sehat. Para petani di seluruh dunia mengandalkan insektisida ini untuk meningkatkan potensi hasil dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan. Meningkatnya adopsi global mencerminkan signifikansinya dalam pertanian modern dan berkelanjutan.
Klorantraniliprole adalah insektisida sistemik yang sangat efektif yang melindungi tanaman seperti padi, kubis, dan kedelai dari serangga hama utama.
Cara kerjanya menargetkan reseptor ryanodine di sel otot serangga, yang menyebabkan penghentian makan, kelumpuhan, dan kematian dengan cepat. Ini sangat aktif melawan hama lepidopteran dan coleopteran.
Untuk hasil yang optimal, klorantraniliprole harus diterapkan pada awal musim tanam untuk mencegah timbulnya hama dan menjaga kesehatan tanaman.
Bila digunakan sesuai petunjuk label, ia menunjukkan profil ekotoksikologi yang baik, dengan toksisitas rendah terhadap serangga, burung, dan mamalia yang bermanfaat, sehingga mendukung perannya dalam program pengelolaan hama terpadu.
Adopsi klorantraniliprole dapat berkontribusi pada peningkatan potensi hasil dan mengurangi tekanan hama, sehingga meningkatkan produktivitas pertanian secara keseluruhan.
Klorantraniliprol, diproduksi oleh Red Sun, memberikan pengendalian spektrum luas terhadap berbagai hama yang merugikan secara ekonomi. Ini efektif melawan ulat, kumbang, kutu daun, dan spesies serangga lain yang menyerang padi, kubis, kedelai, buah-buahan, dan sayuran. Bahan aktifnya bekerja dengan mengikat reseptor ryanodine secara selektif di sel otot serangga, menyebabkan pelepasan kalsium yang tidak terkontrol, yang mengakibatkan kelumpuhan dan akhirnya kematian hama. Cara tindakan yang berbeda ini (IRAC Grup 28) menawarkan mitra rotasi yang efektif untuk manajemen resistensi.
Larva Lepidopteran (ulat) dan hama coleopteran (kumbang dan larvanya) banyak ditemukan di lahan pertanian. Klorantraniliprol efektif mengendalikan serangga ini dengan mengganggu fungsi otot. Produk ini menunjukkan kemanjuran yang kuat terhadap spesies dalam keluarga Pyralidae dan Noctuidae, yang umumnya ditemukan pada sistem tanam padi dan kubis. Teknologi ini secara andal mampu mengurangi populasi larva dan belatung putih, dan observasi lapangan menunjukkan kinerja yang konsisten bahkan di bawah tekanan hama yang tinggi.
Rekomendasi: Terapkan klorantraniliprole pada tahap awal vegetatif untuk mencegah kerusakan sebelum populasi hama meningkat.
Bahan aktifnya menargetkan reseptor ryanodine di sel otot serangga.
Pelepasan kalsium yang tidak diatur dalam sel otot menyebabkan kelumpuhan dan kematian.
Khasiatnya dinyatakan melalui kontak dan konsumsi terhadap telur, larva, dan kepompong.
Kutu daun dan hama penghisap tindik lainnya dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Klorantraniliprole membantu dalam mengelola spesies seperti Aphis gossypii (kutu kapas) dan Bemisia tabaci (kutu kebul ubi jalar), membantu menjaga buah, sayuran, dan tanaman khusus. Uji coba lapangan menunjukkan bahwa penerapan klorantraniliprole secara substansial mengurangi timbulnya hama dan meningkatkan hasil yang dapat dipasarkan.
Perlakuan |
Pengurangan Hama |
Hasil Buah (q/ha) |
|---|---|---|
Klorantraniliprol 35 WG @ 30 g ai/ha |
Pengurangan signifikan pada larva H. armigera |
270.71 |
Klorantraniliprol 18,5 SC @ 30 g ai/ha |
Pengurangan signifikan pada larva H. armigera |
267.36 |
Perlakuan |
Pengurangan Hama |
Hama Sasaran |
|---|---|---|
Klorantraniliprol 200 g/L SC |
Sangat efektif |
Helicoverpa armigera, Aphis gossypii, Bemisia tabaci |
Hasil ini menegaskan bahwa klorantraniliprole memberikan pengendalian yang kuat terhadap kutu daun dan hama utama lainnya, mendukung hasil yang lebih tinggi dan meningkatkan kualitas tanaman.
Klorantraniliprol Red Sun cocok untuk digunakan pada berbagai macam tanaman dan lanskap yang dikelola, melindungi tanaman dari hama yang penting secara ekonomi.
Klorantraniliprol digunakan untuk melindungi tanaman pokok dan tanaman khusus. Petani menerapkannya pada padi, kubis, kedelai, kapas, jagung, buah-buahan, dan sayuran. Kemanjurannya yang telah terbukti di lingkungan lapangan dimana hama dapat berdampak besar pada produksi menjadikannya alat yang berharga. Aplikasi pertanian utama meliputi:
Pengendalian Chilo supresalis dan Sesamia inferens pada beras.
Perlindungan kubis dari larva ngengat berlian (Plutella xylostella).
Pertahanan kedelai terhadap kumbang pemakan dedaunan dan larva lepidopteran.
Pengelolaan cacing tanduk tomat, kubis looper, ulat grayak, dan kutu daun pada tanaman buah dan sayuran.
Pemberantasan larva belatung putih dan serangga sejati pada tanaman khusus.
Aplikasi biasanya dilakukan selama pertumbuhan tanaman aktif untuk mempertahankan kekuatan tanaman. Banyak produsen melaporkan peningkatan hasil dan pengurangan kerusakan akibat hama setelah penggunaannya.
Catatan: Selalu baca dan ikuti label produk untuk mengetahui tingkat penggunaan spesifik, waktu penggunaan, dan tindakan pencegahan keselamatan.
Klorantraniliprole juga menawarkan perlindungan yang andal untuk rumput turf dan tanaman hias. Ini diterapkan pada halaman rumput, lapangan golf, taman, dan kebun perumahan untuk mengendalikan belatung putih, serangga paruh, dan ulat rumput. Satu aplikasi dapat memberikan kontrol sepanjang musim karena pergerakan sistemik dan translaminar di dalam pabrik.
Satu aplikasi memberikan pengendalian hama utama rumput selama satu musim.
Menunjukkan profil toksikologi yang menguntungkan bagi penyerbuk, burung, dan mamalia.
Kompatibel dengan program pengelolaan hama dan resistensi terpadu.
Selektivitasnya membantu mempertahankan fungsi dan estetika ruang hijau sekaligus meminimalkan dampak terhadap organisme non-target.
Beberapa metode penerapan dapat digunakan, sehingga memungkinkan pengelolaan hama yang ditargetkan pada berbagai tahap tanaman. Memilih metode yang tepat akan meningkatkan kinerja produk dan berkontribusi terhadap kesehatan tanaman secara keseluruhan.
Metode Aplikasi |
Dampak terhadap Efektivitas Pengendalian Hama |
|---|---|
Semprotan Daun |
Mencapai cakupan menyeluruh, terutama efektif terhadap larva instar awal. |
Irigasi/Aplikasi Tanah |
Mentranslokasi bahan aktif ke zona akar untuk penyerapan sistemik dan pengendalian hama yang tinggal di tanah. |
Penyemprotan ULV |
Memungkinkan penerapan yang tepat dengan mengurangi dampak lingkungan. |
Aplikasi daun adalah metode yang paling umum untuk klorantraniliprole. Produk ini disemprotkan langsung ke dedaunan untuk menargetkan hama penggundulan hutan seperti larva lepidopteran dan kutu daun. Penerapan awal, ketika hama berada dalam fase serangan awal, akan memaksimalkan kemanjuran.
Terapkan ketika populasi hama mulai terbentuk.
Teknologi formulasi canggih, seperti nanopartikel berbasis lignin, dapat meningkatkan deposisi semprotan dan daya rekat daun.
Memantau lahan sebelum pengolahan dan menerapkannya hanya ketika ambang batas tercapai akan mengurangi penggunaan pestisida yang tidak perlu dan meminimalkan beban lingkungan.
Strategi pelepasan terkontrol yang memanfaatkan biopolimer seperti kitosan dapat memperpanjang aktivitas residu pada permukaan daun dan meningkatkan karakteristik penanganan.
Rekomendasi: Selalu baca label produk untuk petunjuk pencampuran dan peralatan pelindung diri yang diperlukan.
Klorantraniliprol juga dapat diaplikasikan sebagai perawatan tanah atau benih. Aplikasi pada tanah memungkinkan pergerakan sistemik bahan aktif ke dalam zona akar, menargetkan hama bawah tanah seperti belatung putih. Perawatan benih melindungi tanaman muda dari serangan hama selama tahap awal pertumbuhan yang kritis.
Formulasi granular sangat cocok untuk aplikasi yang diarahkan pada tanah.
Sistem pelepasan terkontrol berbasis kitosan dapat memperpanjang durasi perlindungan dan mengurangi frekuensi aplikasi.
Metode-metode ini melindungi tanaman sejak awal dan dapat membantu menunda berkembangnya resistensi.
Formulasi nano dan pembawa biopolimer, seperti karboksimetil kitosan, meningkatkan daya rekat pada akar dan daun, meningkatkan efisiensi pengendalian hama secara keseluruhan sekaligus memungkinkan tingkat penggunaan yang lebih rendah.
Penyimpanan: Simpan produk dalam wadah aslinya, di tempat penyimpanan yang sejuk, kering, dan terkunci, jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan.
Klorantraniliprol Red Sun memberikan pengendalian hama yang kuat dan tahan lama, bahkan di bawah tekanan serangan yang tinggi. Studi lapangan selama beberapa musim mengkonfirmasi keefektifannya. Misalnya, klorantraniliprole 18,5% SC menunjukkan tingkat kemanjuran 59,82% (2023–24) dan 51,60% (2024–25), mengungguli spinosad dan emamektin benzoat dalam uji coba serupa.
Insektisida |
Tingkat Khasiat (%) |
Tahun |
|---|---|---|
Klorantraniliprol 18,5% |
59.82 |
2023–24 |
Klorantraniliprol 18,5% |
51.60 |
2024–25 |
Spinosad 45% |
Lebih rendah dari klorantraniliprole |
— |
Emamektin benzoat 5% SG |
Lebih rendah dari klorantraniliprole |
— |
Bahan aktifnya efektif pada tingkat penggunaan yang rendah, sehingga dapat mengurangi biaya dan masukan bahan kimia. Satu aplikasi sering kali memberikan kontrol sisa selama beberapa minggu, sehingga mengurangi jumlah semprotan yang diperlukan. Cara kerjanya yang unik menjadikannya alat yang berharga untuk pengelolaan resistensi bila digunakan secara bergilir dengan kelompok insektisida lainnya. Banyak petani yang menerapkannya ke dalam program pengelolaan hama terpadu untuk produksi berkelanjutan.
Klorantraniliprole menunjukkan tingkat selektivitas yang tinggi terhadap hama sasaran, menunjukkan toksisitas akut yang rendah terhadap sebagian besar serangga, burung, dan mamalia yang bermanfaat bila diterapkan sesuai petunjuk label. Bahan ini telah diklasifikasikan sebagai pestisida dengan risiko rendah oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) dan terdaftar untuk digunakan di yurisdiksi dengan peraturan yang ketat, termasuk California.
Aspek Keamanan |
Detail |
|---|---|
Klasifikasi EPA |
Pestisida dengan risiko lebih rendah |
Toksisitas Mamalia |
Toksisitas akut rendah |
Dampak Lingkungan |
Dampak minimal di luar target; degradasi mikroba yang cepat di dalam tanah |
Risiko Pencemaran Air Tanah |
Potensi pencucian yang rendah |
Waktu Paruh Tanah yang Khas |
1–3 minggu dalam kondisi aerobik |
Kelarutan Air |
Rendah (0,88 mg/L) |
Risiko Limpasan |
Berkurang karena kelarutan dalam air yang rendah |
Tindakan pencegahan standar harus diperhatikan selama pencampuran dan pengaplikasian, termasuk penggunaan sarung tangan tahan bahan kimia dan pakaian pelindung. Produk harus disimpan di tempat yang aman dan kering, jauh dari anak-anak dan hewan peliharaan. Selalu mengacu pada label produk untuk petunjuk penanganan, penyimpanan, dan pembuangan secara menyeluruh. Mengintegrasikan klorantraniliprole ke dalam rencana pengelolaan yang beragam membantu mempertahankan perlindungan tanaman sekaligus menjaga kesehatan lingkungan.
Klorantraniliprol Red Sun menawarkan pengendalian hama berspektrum luas di seluruh lingkungan pertanian dan hias. Aktivitas sisa yang lama dan profil lingkungan yang baik mendukung sistem pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Pendekatan manufaktur terintegrasi Red Sun meningkatkan efisiensi proses dan mendorong kepedulian terhadap lingkungan melalui daur ulang yang komprehensif dan produksi yang hemat biaya.
Keuntungan |
Keterangan |
|---|---|
Rantai Industri Lengkap |
Proses produksi yang terintegrasi memungkinkan hasil yang lebih cepat dan berkualitas lebih tinggi. |
Efisiensi Biaya |
Manufaktur internal membantu mempertahankan biaya yang kompetitif. |
Kelestarian Lingkungan |
Inisiatif daur ulang yang komprehensif mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. |
Klorantraniliprol digunakan untuk mengendalikan spektrum serangga hama yang luas pada tanaman pertanian, termasuk padi, kubis, kedelai, buah-buahan, dan sayuran. Cocok untuk produksi tanaman lapangan dan tanaman khusus, memberikan perlindungan tanaman yang kuat dan berkontribusi pada hasil yang lebih tinggi.
Ini dapat diaplikasikan sebagai semprotan daun, pengolahan tanah, atau pelapisan benih. Selalu konsultasikan label produk untuk petunjuk spesifik. Gunakan alat pelindung diri yang sesuai. Untuk hasil optimal, aplikasikan sejak awal saat hama pertama kali muncul.
Bila digunakan sesuai petunjuk label, klorantraniliprole Red Sun menimbulkan risiko minimal bagi lebah, burung, dan mamalia. Ini secara selektif menargetkan serangga hama. Jauhkan orang dan hewan dari area yang dirawat sampai aplikasinya kering.
Formulasi utamanya adalah Klorantraniliprole 97% TC (konsentrat teknis) dan Klorantraniliprole 200 g/L SC (konsentrat suspensi). Keduanya cocok untuk tanaman seperti padi dan kubis.
Ya, klorantraniliprole Red Sun terdaftar untuk digunakan pada tanaman ini. Tanaman ini secara efektif mengendalikan hama seperti penggerek batang pada padi dan ngengat berlian pada kubis, sehingga mendukung kesehatan dan produktivitas tanaman.
Perjalanan Red Sun dimulai pada tahun 1989. Melalui upaya penuh dedikasi selama lebih dari tiga dekade, perusahaan ini telah berkembang dari Pabrik Pestisida Nanjing menjadi pemimpin industri yang melayani lebih dari 100 negara di seluruh dunia.
Telp: +86 025-57880888
Email: wgp@nj-redsun.cn
Alamat: No. 18 Gutan Avenue, Zona Pengembangan Ekonomi Gaochun, Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu